This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, January 22, 2013

inventor 1

Sesi 1
Pengenalan lebih lanjut untuk memulai Inventor

pertama masuk ke dalam jendela inventor, ketika anda masuk kedalam inventor maka jendela tampilan yang pertama kali muncul adalah seperti di bawah ini: (saya menggunakan inventor versi 2013)
        Jangan bingung setelah masuk kedalam jendela, yang harusnya anda lakukan adalah menentukan terlebih dahulu apa yang anda ingin buat. pada sesi sebelumnya sudah di jelaskan bahwasannya di dalam menggambar teknik itu secara umum di bagi menjadi 2 bagian yaitu menggambar komponen/part dan menggambar perakitan/assembly.
nah sama halnya, di dalam inventor pun menggambar di bagi menjadi 2 yaitu menggambar komponen/part nya terlebih dahulu baru setelah itu di lanjutkan untuk menggambar bagian perakitannya/assembly.
oke, langsung saja kita buka/klik NEW untuk memulai.
maka akan tampil seperti ini.
setelah itu akan terlihan jendela baru seperti ini:
didalam jendela tersebut terdapat banyak sekali pilihan, oke saya akan jelaskan satu persatu.
pertama adalah template: yaitu pengelompokkan jenis type file yang akan di buat.
misalnya English yaitu untuk membuat lembar kerja part/assembly dengan standarisasi english (inch)
              metric yaitu untuk membuat lembar kerja part/assembly dengan standarisasi umum seperti (mm), oh iya di dunia ini banyak sekali jenis-jenis standarisasi yang dipergunakan dalam dunia industri, semua itu berbeda tetapi jangan perbedaan itu di anggap sebagai sebuah kesulitan. untuk lebih umum nya saya labih sering menggunakan standarisasi type (mm) dan (inch). 
untuk template Mold Design nanti akan di jelaskan lebih dalam pada sesi lainnya, tetapi untuk lebih umumnya Mold Design adalah sebuah template yang di peruntukkan bagi design engineer yang ingin membuat mold dengan praktis dan simple karena inventor telah menyediakan berbagai kebutuhan untuk membuat design mold secara mudah dah tepat.

baiklah lanjut lagi. 
(.ipt) = adalah jenis file part/komponen, yaitu diperuntukan hanya untuk menggambar sebuah part atau komponen.
(.iam) = adalah jenis file assembly/perakitan, yaitu di peruntukkan untuk menggambung part-part/komponen-komponen yang sebelumnya telah di buat dalam jenis type file (.ipt) hingga menjadi sebuah alat atau mesin sesuai keinginan.
(.dwg)/(.idw) = adalah jenis file drawing/gambar teknik dimana biasanya para engineer/drafter membuat gambar teknik/gambar produksi di dalam jenis file ini. dengan catatan file tersebut sudah dibuah sebelmnya dalam type jenis (.ipt)/(.iam).
(.ipn) = adalah jenis file untuk mempresentasikan data, yakni inventor menyediakan kemudahan untuk membuat animasi dari gambar assembly yang telah dibuat untuk di presentasikan dengan menarik menggunakan video atau jalan perakitan yang bagus.

oke cukup sekian dulu pengenalan jenis type file inventor. nantikan sesi selanjutnya

Let'S Change Indonesia For The Better future
With Us
Engineer Indonesia

Siapa Bilang Ilmu Itu Mahal 

Inventor


Autodesk Inventor (2013 version)
                Autodesk Inventor merupakan salah satu mechanical software design yang banyak digunakan di kalangan desainer-desainer konstruksi khususnya dalam bidang mekanik. Software ini menggunakan visualisasi yang baik untuk 3D maupun 2D hal ini memudahkan para desainer untuk merancang sebuah komponen atau part sehingga dapat mempersingkat waktu kerja. Software ini dilengkapi juga dengan sistem parametrik dan analisis yang juga cukup membantu. Inti nya sebuah software merupakan alat bantu untuk membuat serta menganalisa komponen atau alat yang akan di desain, jadi semua kembali kepada user masing-masing.

Pengenalan Gambar
                Sebelum memulai mempelajari lebih dalam mengenai Autodesk Inventor alangkah lebih baik mungkin untuk user-user yang awam di bidang mekanik untuk mengenal terlebih dahulu sistem gambar.
Terdapat beberapa macam jenis gambar dalam bidang mekanikal:
-         * Gambar sektch è yaitu gambar yang dibuat hanya dengan menggunakan sketsa tangan tanpa parameter atau ukuran yang jelas tetapi gambar tersebut dapat terlihat dengan jelas dan dapat dipahami oleh orang yang melihat.
-         * Gambar teknik è yaitu gambar yang dibuat oleh para engineer yang memiliki aturan khusus dalam pengerjaannya. Dan gambar tersebut harus sesuai dengan standarisasi internasional agar gambar tersebut dapat digunakan di berbagai negara.Dalam gambar teknik dibagi menjadi dua pandangan yaitu pandangan Eropa dan Pandangan amerika.
        contoh pandangan Eropa (proyeksi Eropa) :
contoh pandangan Amerika (proyeksi Amerika) :



Dalam menggambar dalam bidang mekanik dibagi menjadi dua yaitu:

·        1.  gambar komponen atau part
·        2.  gambar perakitan atau assembly

Pada zaman sebelum adanya software gambar teknik yang berupa gambar komponen serta gambar perakitannya dibuat secara manual dengan menggunakan kertas dan pensil serta memiliki teknik khusus untuk menggambarnya. Tetapi saat ini seiring majunya teknonogi para engineer sudah mulai menggunakan software-software yang sudah mulai banyak berkembang seperti: Inventor,Solidwork,Catia,Pro-e,Solid edge,Unixgraphix dan lainnya yang masuk kedalam kategori mechanical design software.

Dengan hadirnya sofware-software tersebut akhirnya mempermudah proses mendesain sebuah alat yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, dan juga sangat membantu sekali dalam proses membuat gambar tekniknya yang notabene semakin sulit gambar komponen atau alat yang ingin dibuat semakin sulit pula gambar tekniknya. Oleh karena itu, dalam hal ini penulis ingin membagi pengalaman dengan pembaca, tetapi bukan berarti apa yang ada di tulisan ini dapat menjadi acuan atau tolak ukur karena masih banyak referensi lain di luar sana yang jauh lebih bagus. Disini penulis hanya ingin sekedar berbagi.

Pengenalan Inventor

Autodesk inventor merupakan pengembangan dari produk-produk software CAD setelah AutoCad dan Mechanical Desktop. Autodesk Inventor memiliki beberapa kelebihan yang memudahkan dalam mendesign serta memiliki tampilan yang lebih nyata dan menarik, karena terdapat fasilitas material yang baik.
Serta memiliki kelebihan lain:

·    * solid parametric modeling yaitu kemampuan melakukan design solid dan memudahkan para engineer untuk membuat     desain karena dapat dengan mudah di Edit sesuai keinginan.
·        *  2D technical drawing yaitu membuat technical drawing/gambar teknik/gambar kerja dengan mudah.
·        * Tampilan lebih nyata karena feature material yang baik.
·      *Analisis System yaitu Inventor dapat menganalisis komponen ataupun assembly sesuai dengan kebutuhan, karena didalam inventor terdapat feature analisis yang cukup membantu para engineer dalam menghitung berbagai tegangan yang akan diterap kan dalam komponen rancangannya.

       Contoh gambar yang dihasilkan oleh INVENTOR :


      mungkin sekian dulu untuk pengenalan inventor. untuk lebih dalam nya  akan di bahas pada sesi selanjutnya.. let's change Indonesia with us engineer indonesia.. siapa bilang ilmu itu mahal ^_^

PERAWATAN PADA MESIN BUBUT



PERAWATAN PADA MESIN BUBUT


A.    Bahan
Bahan praktek yang digunakan adalah sebauh mesin uji lelah yang berada di lab. Mekanik mesin dengan komponen yang di alignment yaitu :
a.  Eretan.
b.  Chack/pencekam.
c.  Kedudukan mesin.

I.         LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN :
a.       Perawatan Alat/ Tool
b.      Perawatan Umum
c.       Perawatan Khusus
d.      Perawatan Kedudukan Mesin

A.    Perawatan Alat /Tool :
a.       Pengecekan Pahat/pisau Bubut, ukuran sudut pemakanan sesuai atau tidak
b.      Pengecekan rumah pahat, ukuran lubang tidak mengalami kelonggaran
c.       Pengecekan senter kepala lepas
d.      Pemeriksaan handel pengubah transmisi daya/ kecepatan putar

B.     Perawatan Umum :
Untuk menjaga agar mesin tidak cepat rusak diperlukan perawatan dan pengoperasian yang benar dan seksama.prosedur perawatan mesin bubut ini adalah:
1.      Mesin bubut ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
2.      Dalam pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan mesin dan pemberian grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat mesin
3.      Setelah selesai mengoperasikan mesin,bersihkan bagian-bagian mesin dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin.
4.      Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer
5.      Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin,jangan sampai beram-beram yang halus dank eras terutama beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.
6.      Setelah selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin
C.    Perwatan khusus :
Perawatan khusus ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin.
1.      Motor utama (motor pembangkit)
Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembnagkit yaitu:
Ø  Motor tidak mampu bekerja
Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak mau bekerja :
a.       Tegangan dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit rendah,sehingga tidak sanggup membangkitkan motor pembangkit
b.      Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka diperlukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan motor pembangkit.
c.       Sekring pada circuit breaker putus/terbakar,apabila terjadi hal yang demikian,maka gantilah sekring tersebut dengan yang baru dan spesifikasi yang sama.
d.      Tidak sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.
e.       Coil pada saklar terbakar
f.       Tidak terjadi hubunga pada kontak limit switch
g.      Rem motor tidak berfungsi secara baik

Ø  Motor cepat panas
Ada dua penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi cepat panas yaitu :
a.       Perbedaan tegangan
b.      Periksa tegangan listrik yang masuk
c.       Beban motor yang berlebihan;
Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan dapat menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan pada motor pengerak,untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai dengan yang telah ditentukan

BAGIAN ATAU KOMPONEN PERAWATAN
1.      Kepala tetap
Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada keberhasilan pekerjaan mengunakan mesin bubut. Kerusakan yang umum terjadii pada kepala tetap mesin bubut di antaranya adalah:
1.      Putaran poros utama tersendat-sendat
2.      Putaran poros utama terlalu berat
3.      Suhu atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi
4.      Terjadinya suara yang bising pada kepala lepas
5.      Tidak senter
2.      Eretan
Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai berikut:
1.      Eretan sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan pemeriksaan baut-baut penyetel kerapatan eretan,apabila terlalu kuat longarkan baut-baut tersebut.
2.      Hasil pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karena adanya ganguan pada pinion gear.usaha mengatasinya ialah dengan memperbaki gigi pinion atau menganti gigi pinion yang baru
3.      Pemakanan pada benda kerjs tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan otomatis.hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros trasportir.
4.      Terlalu berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotonga menyilang.
5.      Tidak rata permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini kemungkinan di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan.
6.      Teralalu keras gerakan toolpost.hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak.
7.      Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
8.      Pompa pada apron sangat sulit dioprasikan.hal ini disebabkan minyak pelumas yang sudsh kotor.lakukan pembersian atau pengantian minyak pelumas serta membersihkan pipa-pipa salurannya.
3.      Kepala lepas
Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selsms pelaksanan pembubutan. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya pengikat baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin.

4.      Kunci chak :
Pada kunci chak adalah bagian alat yang sangat penting, karena alat yang sering digunakan untuk membuka dan mengencangkan pencekam, perawatan yang harus dilakukan adalah :
1.      Periksa bagian pengencang/ mulut pengunci terlihat aus atau tidak, jika terjadi haus maka pengencangangan terjadi slip
2.      Jika terjadi haus, perlu penambahan daging, dengan cara pengelasan listrik
3.      Setelah dilas kemudian, fraislah ( Mesin Milling) pengunci hingga terbentuk persegi, ( segi empat )
4.      Setelah terbentuk rapihkann;ah bagian yang tajam agar tidak melukai pekerja

II.           LANGKAH-LANGKAH KERJA

Langkah-langkah kerja:
         Sebelum melakukan pekerjaan alignment sediakanlah safety tools guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Adapun langkah-langkah kerja untuk melakukan alignment adalah: .
1. Persiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan
2. Gunakan peralatan sesuai pada tempatnya
3.      Periksa setaip bagian poros, puli, chack dan sabuk penggerak pada saat motor sebelum bekerja maupun sedang bekerja.
4.      Lakukan pengukuran untuk menentukan ketegak lurusan, kebulatan menggunakan dial indicator.
5.      Lakukan pemeriksaan kebengkokan pada chack / pencekam, Gunakan dial indicator.
6.      periksa setiap eretan, apakah terjadi gesekan antara eretan dan kedudukan eretan.
7.      Lumasi oli / pelumas pada bagian – bagian yang terjadi gesekan.
8.      Lakukan penyetelan / nglepel pada kedudukan mesin agar terjadi keseimbangan.
9.      Tulislah catatan setiap hasil pemeriksaan.
10.  bersihkan tempat kerja setelah mengaligment