Tuesday, January 22, 2013
inventor 1
Sesi 1
Pengenalan lebih lanjut untuk memulai Inventor
pertama masuk ke dalam jendela inventor, ketika anda masuk kedalam inventor maka jendela tampilan yang pertama kali muncul adalah seperti di bawah ini: (saya menggunakan inventor versi 2013)
Jangan bingung setelah masuk kedalam jendela, yang harusnya anda lakukan adalah menentukan terlebih dahulu apa yang anda ingin buat. pada sesi sebelumnya sudah di jelaskan bahwasannya di dalam menggambar teknik itu secara umum di bagi menjadi 2 bagian yaitu menggambar komponen/part dan menggambar perakitan/assembly.
nah sama halnya, di dalam inventor pun menggambar di bagi menjadi 2 yaitu menggambar komponen/part nya terlebih dahulu baru setelah itu di lanjutkan untuk menggambar bagian perakitannya/assembly.
oke, langsung saja kita buka/klik NEW untuk memulai.
maka akan tampil seperti ini.
setelah itu akan terlihan jendela baru seperti ini:
didalam jendela tersebut terdapat banyak sekali pilihan, oke saya akan jelaskan satu persatu.
pertama adalah template: yaitu pengelompokkan jenis type file yang akan di buat.
misalnya English yaitu untuk membuat lembar kerja part/assembly dengan standarisasi english (inch)
metric yaitu untuk membuat lembar kerja part/assembly dengan standarisasi umum seperti (mm), oh iya di dunia ini banyak sekali jenis-jenis standarisasi yang dipergunakan dalam dunia industri, semua itu berbeda tetapi jangan perbedaan itu di anggap sebagai sebuah kesulitan. untuk lebih umum nya saya labih sering menggunakan standarisasi type (mm) dan (inch).
untuk template Mold Design nanti akan di jelaskan lebih dalam pada sesi lainnya, tetapi untuk lebih umumnya Mold Design adalah sebuah template yang di peruntukkan bagi design engineer yang ingin membuat mold dengan praktis dan simple karena inventor telah menyediakan berbagai kebutuhan untuk membuat design mold secara mudah dah tepat.
baiklah lanjut lagi.
(.ipt) = adalah jenis file part/komponen, yaitu diperuntukan hanya untuk menggambar sebuah part atau komponen.
(.iam) = adalah jenis file assembly/perakitan, yaitu di peruntukkan untuk menggambung part-part/komponen-komponen yang sebelumnya telah di buat dalam jenis type file (.ipt) hingga menjadi sebuah alat atau mesin sesuai keinginan.
(.dwg)/(.idw) = adalah jenis file drawing/gambar teknik dimana biasanya para engineer/drafter membuat gambar teknik/gambar produksi di dalam jenis file ini. dengan catatan file tersebut sudah dibuah sebelmnya dalam type jenis (.ipt)/(.iam).
(.ipn) = adalah jenis file untuk mempresentasikan data, yakni inventor menyediakan kemudahan untuk membuat animasi dari gambar assembly yang telah dibuat untuk di presentasikan dengan menarik menggunakan video atau jalan perakitan yang bagus.
oke cukup sekian dulu pengenalan jenis type file inventor. nantikan sesi selanjutnya
Let'S Change Indonesia For The Better future
With Us
Engineer Indonesia
Siapa Bilang Ilmu Itu Mahal
Inventor
Autodesk
Inventor (2013 version)
Autodesk Inventor merupakan salah satu mechanical
software design yang banyak digunakan di kalangan desainer-desainer konstruksi
khususnya dalam bidang mekanik. Software ini menggunakan visualisasi yang baik
untuk 3D maupun 2D hal ini memudahkan para desainer untuk merancang sebuah
komponen atau part sehingga dapat mempersingkat waktu kerja. Software ini
dilengkapi juga dengan sistem parametrik dan analisis yang juga cukup membantu.
Inti nya sebuah software merupakan alat bantu untuk membuat serta menganalisa
komponen atau alat yang akan di desain, jadi semua kembali kepada user
masing-masing.
Pengenalan
Gambar
Sebelum
memulai mempelajari lebih dalam mengenai Autodesk Inventor alangkah lebih baik
mungkin untuk user-user yang awam di bidang mekanik untuk mengenal terlebih
dahulu sistem gambar.
Terdapat beberapa macam
jenis gambar dalam bidang mekanikal:
- * Gambar sektch è
yaitu gambar yang dibuat hanya dengan menggunakan sketsa tangan tanpa parameter
atau ukuran yang jelas tetapi gambar tersebut dapat terlihat dengan jelas dan
dapat dipahami oleh orang yang melihat.
- * Gambar teknik è
yaitu gambar yang dibuat oleh para engineer yang memiliki aturan khusus dalam
pengerjaannya. Dan gambar tersebut harus sesuai dengan standarisasi
internasional agar gambar tersebut dapat digunakan di berbagai negara.Dalam
gambar teknik dibagi menjadi dua pandangan yaitu pandangan Eropa dan Pandangan
amerika.
contoh pandangan Eropa (proyeksi Eropa) :
contoh pandangan Amerika (proyeksi Amerika) :
Dalam
menggambar dalam bidang mekanik dibagi menjadi dua yaitu:
· 1. gambar komponen atau part
· 2. gambar perakitan atau assembly
Pada
zaman sebelum adanya software gambar teknik yang berupa gambar komponen serta
gambar perakitannya dibuat secara manual dengan menggunakan kertas dan pensil
serta memiliki teknik khusus untuk menggambarnya. Tetapi saat ini seiring
majunya teknonogi para engineer sudah mulai menggunakan software-software yang
sudah mulai banyak berkembang seperti: Inventor,Solidwork,Catia,Pro-e,Solid
edge,Unixgraphix dan lainnya yang masuk kedalam kategori mechanical design
software.
Dengan
hadirnya sofware-software tersebut akhirnya mempermudah proses mendesain sebuah
alat yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, dan juga sangat membantu
sekali dalam proses membuat gambar tekniknya yang notabene semakin sulit gambar
komponen atau alat yang ingin dibuat semakin sulit pula gambar tekniknya. Oleh
karena itu, dalam hal ini penulis ingin membagi pengalaman dengan pembaca,
tetapi bukan berarti apa yang ada di tulisan ini dapat menjadi acuan atau tolak
ukur karena masih banyak referensi lain di luar sana yang jauh lebih bagus.
Disini penulis hanya ingin sekedar berbagi.
Pengenalan Inventor
Autodesk inventor
merupakan pengembangan dari produk-produk software CAD setelah AutoCad dan
Mechanical Desktop. Autodesk Inventor memiliki beberapa kelebihan yang
memudahkan dalam mendesign serta
memiliki tampilan yang lebih nyata dan menarik, karena terdapat fasilitas
material yang baik.
Serta memiliki
kelebihan lain:
· * solid parametric modeling yaitu
kemampuan melakukan design solid dan memudahkan para engineer untuk membuat desain karena dapat dengan mudah di Edit sesuai keinginan.
· * 2D technical drawing yaitu membuat
technical drawing/gambar teknik/gambar kerja dengan mudah.
· * Tampilan lebih nyata karena feature
material yang baik.
· *Analisis System yaitu Inventor dapat
menganalisis komponen ataupun assembly sesuai dengan kebutuhan, karena didalam
inventor terdapat feature analisis yang cukup membantu para engineer dalam
menghitung berbagai tegangan yang akan diterap kan dalam komponen rancangannya.
Contoh gambar yang dihasilkan oleh INVENTOR :
mungkin sekian dulu untuk pengenalan inventor. untuk lebih dalam nya akan di bahas pada sesi selanjutnya.. let's change Indonesia with us engineer indonesia.. siapa bilang ilmu itu mahal ^_^
PERAWATAN PADA MESIN BUBUT
PERAWATAN PADA MESIN BUBUT
A. Bahan
Bahan praktek yang digunakan adalah sebauh mesin uji lelah yang berada di lab. Mekanik mesin dengan komponen yang di alignment yaitu :
a. Eretan.
b. Chack/pencekam.
c. Kedudukan mesin.
Bahan praktek yang digunakan adalah sebauh mesin uji lelah yang berada di lab. Mekanik mesin dengan komponen yang di alignment yaitu :
a. Eretan.
b. Chack/pencekam.
c. Kedudukan mesin.
I.
LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN :
a.
Perawatan
Alat/ Tool
b. Perawatan
Umum
c.
Perawatan
Khusus
d. Perawatan
Kedudukan Mesin
A.
Perawatan Alat /Tool :
a.
Pengecekan
Pahat/pisau Bubut, ukuran sudut pemakanan sesuai atau tidak
b.
Pengecekan
rumah pahat, ukuran lubang tidak mengalami kelonggaran
c.
Pengecekan
senter kepala lepas
d.
Pemeriksaan
handel pengubah transmisi daya/ kecepatan putar
B.
Perawatan Umum :
Untuk menjaga agar mesin tidak cepat
rusak diperlukan perawatan dan pengoperasian yang benar dan seksama.prosedur
perawatan mesin bubut ini adalah:
1.
Mesin bubut
ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
2.
Dalam
pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan mesin dan pemberian
grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat mesin
3.
Setelah
selesai mengoperasikan mesin,bersihkan bagian-bagian mesin dari beram-beram
hasil pemotongan dan cairan pendingin.
4.
Untuk
pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan memukul benda kerja
secara keras dengan mengunakan palu/hammer
5.
Jaga dan
perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin,jangan sampai beram-beram
yang halus dank eras terutama beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa
oleh eretan.
6.
Setelah
selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada posisi netral dan
mematikan sumber tenaga mesin
C.
Perwatan khusus :
Perawatan khusus ini dilakukan
sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk
perawatan yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin.
1.
Motor utama
(motor pembangkit)
Ada dua kerusakan yang biasa terjadi
pada motor pembnagkit yaitu:
Ø Motor tidak
mampu bekerja
Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit
tidak mau bekerja :
a.
Tegangan
dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit rendah,sehingga tidak sanggup
membangkitkan motor pembangkit
b.
Arus yang
masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka diperlukan pengikuran arus yang
masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan motor pembangkit.
c.
Sekring pada
circuit breaker putus/terbakar,apabila terjadi hal yang demikian,maka gantilah
sekring tersebut dengan yang baru dan spesifikasi yang sama.
d.
Tidak
sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.
e.
Coil pada
saklar terbakar
f.
Tidak
terjadi hubunga pada kontak limit switch
g.
Rem motor
tidak berfungsi secara baik
Ø Motor cepat
panas
Ada dua penyebab yang mengakibatkan motor penggerak
menjadi cepat panas yaitu :
a.
Perbedaan
tegangan
b.
Periksa
tegangan listrik yang masuk
c.
Beban motor
yang berlebihan;
Dengan adanya beban yang berlebihan
dari yang ditentukan akan dapat menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan
pada motor pengerak,untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai dengan
yang telah ditentukan
BAGIAN ATAU KOMPONEN PERAWATAN
1.
Kepala tetap
Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada
keberhasilan pekerjaan mengunakan mesin bubut. Kerusakan yang umum terjadii
pada kepala tetap mesin bubut di antaranya adalah:
1.
Putaran
poros utama tersendat-sendat
2.
Putaran
poros utama terlalu berat
3.
Suhu atau
temperature pada kepala lepas terlalu tinggi
4.
Terjadinya
suara yang bising pada kepala lepas
5.
Tidak senter
2.
Eretan
Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada
eretan adalah sebagai berikut:
1.
Eretan
sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan pemeriksaan
baut-baut penyetel kerapatan eretan,apabila terlalu kuat longarkan baut-baut
tersebut.
2.
Hasil
pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karena adanya ganguan pada pinion
gear.usaha mengatasinya ialah dengan memperbaki gigi pinion atau menganti gigi
pinion yang baru
3.
Pemakanan
pada benda kerjs tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan
otomatis.hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros trasportir.
4.
Terlalu
berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini disebabkan terlalu
kuatnya pengikat baut untuk pemotonga menyilang.
5.
Tidak rata
permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini kemungkinan di sebabkan tidak
tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan.
6.
Teralalu
keras gerakan toolpost.hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak.
7.
Kedudukan
toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
8.
Pompa pada
apron sangat sulit dioprasikan.hal ini disebabkan minyak pelumas yang sudsh
kotor.lakukan pembersian atau pengantian minyak pelumas serta membersihkan
pipa-pipa salurannya.
3.
Kepala lepas
Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selsms
pelaksanan pembubutan. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya
pengikat baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin.
4. Kunci chak :
Pada kunci chak adalah bagian alat yang sangat
penting, karena alat yang sering digunakan untuk membuka dan mengencangkan
pencekam, perawatan yang harus dilakukan adalah :
1.
Periksa
bagian pengencang/ mulut pengunci terlihat aus atau tidak, jika terjadi haus
maka pengencangangan terjadi slip
2.
Jika terjadi
haus, perlu penambahan daging, dengan cara pengelasan listrik
3.
Setelah
dilas kemudian, fraislah ( Mesin Milling) pengunci hingga terbentuk persegi, (
segi empat )
4.
Setelah
terbentuk rapihkann;ah bagian yang tajam agar tidak melukai pekerja
II.
LANGKAH-LANGKAH KERJA
Langkah-langkah kerja:
Sebelum melakukan pekerjaan alignment sediakanlah safety tools guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Adapun langkah-langkah kerja untuk melakukan alignment adalah: .
1. Persiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan
2. Gunakan peralatan sesuai pada tempatnya
Sebelum melakukan pekerjaan alignment sediakanlah safety tools guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Adapun langkah-langkah kerja untuk melakukan alignment adalah: .
1. Persiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan
2. Gunakan peralatan sesuai pada tempatnya
3. Periksa
setaip bagian poros, puli, chack dan sabuk penggerak pada saat motor sebelum
bekerja maupun sedang bekerja.
4. Lakukan
pengukuran untuk menentukan ketegak lurusan, kebulatan menggunakan dial
indicator.
5. Lakukan
pemeriksaan kebengkokan pada chack / pencekam, Gunakan dial indicator.
6. periksa
setiap eretan, apakah terjadi gesekan antara eretan dan kedudukan eretan.
7. Lumasi oli /
pelumas pada bagian – bagian yang terjadi gesekan.
8. Lakukan
penyetelan / nglepel pada kedudukan mesin agar terjadi keseimbangan.
9. Tulislah
catatan setiap hasil pemeriksaan.
10. bersihkan
tempat kerja setelah mengaligment








